Home Berita Kasubbag Humas Pemkab Bojonegoro: Ini Capaian 100 Hari Bupati dan Wakilnya

Kasubbag Humas Pemkab Bojonegoro: Ini Capaian 100 Hari Bupati dan Wakilnya

338
0
SHARE

Bojonegoro permataly.com.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’amanah dan Wakil, Budi Irawanto dalam gebrakan seratus (100) harinya telah mencapai segala bidang baik infrastruktur maupun lainnya.

Demikian dikatakan Kasubbag Humas Dokumentasi dan Liputan Pemkab Bojonegoro, Andri Firnandi dalam riliesenya, Ju’mat 4/1/2109.

Menurut Andri, bidang infrastruktur jalan dan jembatan ditargetkan selesai tahun 2021. Meliputi jalan cor beton Hotmix untuk ruas jalan poros kecamatan, desa, dengan panjang jalan 813 Km.

Pada tahun ini (2019) telah teranggarkan 609,4 miliar untuk ruas jalan sepanjang 130, 91 Km.

Selanjutnya, bidang infrastruktur jembatan ditargetkan perbaikan sebanyak 103 jembatan dengan alokasi anggaran Rp 85,08 Miliar.

Bidang pemerintahan, review Perbub No 35 tahun 2014 telah dirubah atas dasar masukan dari kepala desa beserta perangkatnya, terkait Siltap dan tunjangannya atas pelaksanaannya.

Lebih lanjut Andri menjelaskan, Anna mengeluarkan peraturan bupati No 45 tahun 2018 tentang penghasilan kepala desa beserta perangkatnya. Serta, Perbup No 46 tahun 2018 tentang hasil pengelolaan tanah bengkok sebagai tunjangan.

Dana Insentif Desa (DID) merupakan reward bagi pemerintah desa yang berhasil dalam kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Bumdes, stimulan kepada Bumdes yang fokus dibidang Agribisnis dan Wisata per-desa Rp 100 juta, untuk tahun 2019 telah dialokasikan anggaran sebesar 5 Miliar untuk 50 Bumdes.” Andri menambahkan.

Pemberdayaan fakir miskin, melalui
usaha ekonomi produktif pada tahun 2019 telah dianggarkan sebesar 3 Miliar dan sasaran menyesuaikan.

Kartu Pedagang Produktif (KPP) telah diatur di Perbup No 54 tahun 2018, tentang pemberdayaan usaha mikro melaui program KPP yang disalurkan melalui BPR Bojonegoro untuk pedagang produktif telah dianggarkan.

Manfaat kepemilikan KPP diantaranya, fasilitas akses permodalan maksimal 25 juta dengan bunga ringan. Pelatihan kewirausahaan kemudahan akses kemitraan. Kemudahan layanan perizinan usaha. Bantuan pengurusan sertifikasi produk, fasilitasi hak patent bagi pedagang.

Dengan sasaran, warga Bojonegoro berdomisili dan memiliki usaha di Bojonegoro. Perorangan dan atau badan usaha perorangan memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Bidang kesejahteraan masyarakat diantaranya: santunan kematia telah diatur dalam Perbup No 49 tahun 2018, tentang pedoman pemberian santunan bagi masyarakat miskin sebesar per @ Rp. 2.500.000,- dan telah dianggarkan sebesar Rp. 6 Miliar.

Lebih dalam Andri mengatakan, mekanisme pencairan, surat permohonan santunan diajukan ahli waris kepada bupati melalui bagian kesra. Melampirkan fotokopi e-KTP dan KK warga yang meninggal.

Melampirkan fotokopi e-KTP dan KK ahli waris. Surat keterangan kematian dari desa/kelurahan. Surat keterangan miskin ahli waris dan akta kelahiran bagi ahli waris dengan verifikasi bagian Kesra.

Bantuan warga sakit menahun telah dianggarkan 2,5 Miliar dengan sasaran 2.000, perorang mencapai Rp 1,25 juta.

Bantuan untuk anak yatim, telah dianggarkan 10 Miliar denga sasaran 8.000, per-anak Rp 1,25 juta.

Bantuan penyandang Disabilitas berat telah diangaarkan sebesar 1 Miliar dengan sasaran 500, per-orang Rp 2 juta.

Asistensi Sosial Lanjut Usia (Aslut) terlantar, telah diaggarkan sebesar 3 Miliar, dengan sasaran 2.000, per-orang Rp 1,5 juta.

Rehab rumah tidak layak huni, alokasi anggaran tahun 2019 sebesar Rp 18,2 Miliar dengan sasaran 989 Unit.

Tempat penitipan anak direncanakan pembangunan di 3 titik.

Lebih dalam Andri mengatakan, bidang Pembinaan Keagamaan diantaranya, insentif Ustad dan Ustadah TPA/TPQ telah dianggarkan dengan sasaran 5.000 ustad dan ustadzah, per-bulan Rp 100 ribu.

Insentif Marbot masjid telah dianggarkan, dengan sasaran satu desa satu masjid, yang diberikan kepada 3 petugas yaitu, 1 penjaga dan 2 petugas kebersihan, Rp 100 ribu per bulan.

Insentif jamaah tahlil putra dan putri telah teranggarkan dengan sasaran satu desa diambilkan 10 jamaah tahlil, per-tahun Rp 1 juta.

Insentif modin perempuan, telah teranggarkan dengan sasaran, modin perempuan disetiap desa, per-tahun Rp. 1 Juta.

Rehab rumah ibadah alokasi anggaran sebesar Rp. 5,5 Miliar.

Bidang pertanian, Kartu Petani Mandiri Plus (KPM Plus) akan segera dilaunching pada Januari dan telah dianggarkan sebesar Rp.15 Miliar untuk lahan 60 Hektare.

6 point penting dalam program KPM Plus diantaranya, mendapatkan bantuan modal maksimal Rp10 juta bagi setiap rumah tangga petani. Mendukung akses prioritas pelatihan dan pengembangan usaha di balai latihan kerja bagi petani.

Andri melanjutkan, petani mendapatkan subsidi untuk pembelian pupuk, bibit dan pakan ternak bagi Petani. Mendukung jaminan pembelian hasil pertanian bekerjasama dengan BUMDes dan BUMD bagi petani.

Mendukung asuransi gagal panen mendapatkan 100% premi bagi petani (AUTP) sebesar Rp. 2,5 Juta per-Hektare.

Beasiswa untuk anak petani yang berprestasi.” pungkasnya.

*Hm/Ag/1.

LEAVE A REPLY