Home Berita Presiden Apresiasi Ekspor Produk Berkomponen Lokal Tinggi

Presiden Apresiasi Ekspor Produk Berkomponen Lokal Tinggi

18
0
SHARE

Nusantara Permataly.com.

Presiden Indonesia, Jokowi, menghadiri acara pelepasan ekspor Motor Yamaha tahun 2018. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Senin siang 3/12/2018.

Dalam sambutanya Jokowi mengatakan bahwa untuk mengatasi defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan adalah memperbanyak ekspor.

“Negara kita ini memiliki problem impor lebih besar dari ekspor. Ini problem besar yang bertahun-tahun ingin kita atasi.” beber Jokowi.

Pada tahun 2014 lalu, Yamaha Indonesia telah mengekspor kurang lebih 23 ribu motor. Sementara tahun ini diperkirakan mencapai 338 ribu unit. Total keseluruhan ekspor mencapai 1,5 juta unit motor.

“Ini jumlah yang sangat besar. Pertama ekspornya tinggi, yang kedua investasinya juga besar.” ujar dia.

Selain itu, kata dia, tingkat kandungan lokal yang terdapat dalam unit ekspor tersebut juga sangat tinggi, yakni mencapai 94 persen. Investasi seperti ini yang dibutuhkan Indonesia.

“Investasi-investasi seperti inilah yang terus kita cari. Karena ekspor tapi bahan bakunya dari impor ini yang juga sering menyebabkan yang namanya defisit neraca perdagangan.” tutur Presiden.

Dua hal di atas, yaitu industri berorientasi ekspor dan tingkat kandungan lokal yang tinggi sangat diapresiasi Presiden. Dia juga ingin segera mengetahui rencana ke depan Yamaha Indonesia dalam mengembangkan industrinya di Tanah Air.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PT Yamaha. Saya ingin nanti mendengar rencana-rencana Yamaha ke depan seperti apa.” ungkap Jokowi.

Jokowi meminta, agar Yamaha Indonesia menginformasikan hambatan-hambatan yang dihadapinya. Kata dia, industri apapun yang memiliki orientasi ekspor dan mampu menggerakkan perekonomian lokal harus diberikan ruang untuk terus mengembangkan usahanya.

“Investasi-investasi yang orientasinya ekspor, yang konten lokalnya tinggi, kalau tidak kita berikan ruang yang sebesar-besarnya itu keliru besar. Oleh sebab itu, tadi saya sampaikan kalau menteri tidak memberikan perhatian, ya, saya akan beri perhatian sendiri.” tandasnya. (Gal/Ag/1).

LEAVE A REPLY