Home Berita Pemkab Bojonegoro Gelar Pembinaan dan Pengarahan Singkronisasi Pembangunan Bersama Pemdes

Pemkab Bojonegoro Gelar Pembinaan dan Pengarahan Singkronisasi Pembangunan Bersama Pemdes

79
0
SHARE

Bojonegoro Permataly.com.

Pemkab Bojonegoro menggelar kegiatan pembinaan dan pengarahan dalam rangka sinkronisasi pembangunan anatara Pemkab bersama Pemdes, di Pendopo Malowopati 3/12/2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Mochamad Chosim, dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Sehingga pelaksanaannya terwujud keselarasan, kesesuaian dengan kebijakan pembangunan desa dengan mendasar kepada prioritas kebutuhan dan kewenangan desa.

“Diharapkan nantinya ada optimaliasi keselarasan, kesesuaian pengambilan kebijakan sebagai arah pembangunan kabupaten dengan pemerintah desa.” kata dia.

Meminimalisir rangkap anggaran dan atau sasaran lokasi pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten yang berskala desa dengan pemerintah desa.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, menyampaikan bahwa UU desa memberikan pengakuan hak asal-usul dan hak untuk mengatur sendiri pelaksanaan pembangunan.

Pengakuan dan kewenangan merupakan modal bagi desa untuk menjadikan desa yang mandiri, kuat, sejahtera dan demokratis.

Untuk mencapai itu, digunakan pendekatan, desa membangun desa yang diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan desa. Perencanaan desa dengan menyusun dokumen RPJMdes 6 tahun (sesuai masa jabatan), perencanaan pembangunan tahunan desa 1 tahun. Pembangunan di desa menggunakan pendekatan 1 desa 1 rencana, 1 anggaran 1 implementasi.

Pemerintah desa akan diberi dana insentif desa, apabila dapat melakukan beberapa kegiatan dibidang pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat diantaranya pengelolaan sampah. Sanitasi lingkungan dan rumah tangga. Penanaman penghijauan berbasis tanaman lokal.

Pengembangan jumlah populasi ternak rumanesia. Pengembangan agrobisnis dan makanan olahan berbahan baku hasil pertanian. Home industri kreatif berbahan lokal. Pojok penerangan lintas desa/dusun. Pelunasan PBB tepat waktu. Kelompok sadar hukum yang aktif.

Mitigasi bencana dini (penanggulangan bencana sejak dini). Anak usia sekolah dan tidak Drop Out (sampai SMA). Mengamati gizi buruk dan stanting di lingkungan sekitar. Penanganan penyebaran penyakit menular. Ruang terbuka hijau ramah anak dan ibu.

Untuk membangun desa dengan baik harus ada dukungan semua pihak. Baik dari BPD, lembaga masyarakat desa, tokoh masyarakat, dan juga perangkat desa.

Perangkat desa sebagai unsur membantu pemerintah desa memiliki peran penting dalam pembangunan desa, untuk itu harus bisa menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana yang diatur per-Undang-Undangan. Maka dari itu perlu adanya kerjasama dengan semua pihak agar pembangunan dari pusat bisa sampai ke desa. (Ags/1).

LEAVE A REPLY