Home Berita Bupati Bojonegoro Terima Audiensi LPPM SPR IPB

Bupati Bojonegoro Terima Audiensi LPPM SPR IPB

79
0
SHARE

Bojonegoro Permataly.com.

Bupati Bojonegoro Anna Mua’wanah menerima audiensi dari LPPM SPR IPB (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Pertenakan Rakyat Institut Pertanian Bogor) di produktive room, Kamis 1/11/2018.

Dalam kunjungannya, LPPM SPR IPB memberikan sosialisasi sekolah peternakan rakyat dengan bupati Bojonegoro dan rintisan kerjasama klinik pertanian nusantara program pengabdian kepada masyarakat LPPM SPR IPB.

Muladno, selaku ketua LPPM SPR IPB menyampaikan bahwa sudah ada 3 SPR yang sudah lulus di Bojonegoro yaitu SPR Ngantru, Temayang, dan juga Kedungadem.

Dengan lulusnya ketiga SPR tersebut, diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi ternak di Bojonegoro.

Selain itu, ada juga perubahan positif yang dialami SPR di Bojonegoro diantaranya dalam sisi kelembagaan yang sudah bisa berjalan sesuai dengan pedoman, manajemen di SPR juga menjadi lebih inovatif lagi.

Dengan adanya SPR ini masyarakat sekitar menjadi lebih berani, dan percaya diri.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Anna menyampaikan bahwa perlu melibatkanya sarjana-sarjana peternakan di Bojonegoro.

Hal ini sebagai transfer ilmu bagi para sarjana-sarjana di Bojonegoro agar bisa lebih mandiri. Lebih dari itu, kesediaan pangan bagi ternak juga perlu diperhatikan seperti halnya pemberian konsentrat.

Anna menambahkan, Bojonegoro juga punya tempat yang bisa dijadikan untuk pabrik pembuatan konsentrat, dan juga perlu adanya penyebaran SPR ketempat lain, seperti di Kecamatan Kedungadem, Dukuh Malangbong. Dukuh Bangran, Desa Bobol, Kecamatan Sekar. Serta perlu adanya akses jalan yang memadahi.

“Selain itu dalam peternakan diharapkan adanya peningkatan populasi ternak dengan efektivitas IB (Inseminasi Buatan). Penanggulangan sapi betina untuk dijadikan sapi potong, penanganan mortalitas ternak sapi baru lahir. Sehingga dengan dukungan dan tindakan yang telah diambil dapat meningkatan jumlah populasi ternak di Bojonegoro.” pungkas Anna Mua’wanah.

LEAVE A REPLY