Home Berita Warga Balen Dianiaya Anak Kandung Hingga Tewas

Warga Balen Dianiaya Anak Kandung Hingga Tewas

66
0
SHARE

Bojonegoro Permataly.com.

Damin pria 70 tahun, warga Dusun Lemahbang, Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, meninggal dunia akibat ditusuk benda tajam oleh anak kandungnya.

Anak kandung/pelaku tersebut berinisial MFD pria 45 tahun. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu 24/10/2018. Diketahui sebelumnya bahwa MFD pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut berawal korban bersama pelaku sedang berada di teras rumah. Kemudian pelaku merobek salah satu stiker yang ada di kaca rumah dan ditegur oleh korban.

“Tiba-tiba pelaku memukul korban dan selanjutnya melakukan penusukan dibagian dada kiri dan kanan sebanyak dua kali. menggunakan benda tajam (jarum karung).” terang saksi/istri pelaku.

Korban langsung jatuh tersungkur, lanjut saksi, dan kemudian ia berteriak minta tolong pada para tetangga dan warga sekitar segera membawa korban ke RSU Sumberejo.

“Namun sesampai di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.” lanjut saksi, “saat petugas datang, pelaku masih menyimpan senjata tajam di balik bajunya. Sehingga petugas melakukan penangkapan paksa terhadap pelaku. Selanjutnya, pelaku berikut barang bukti diamankan ke Mapolsek Balen.” terang saksi.

Ditempat terpisah, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menerangkan bahwa dia telah mendapat laporan terkait tindak pidana pembunuhan tersebut.

“Penyidik masih akan melakukan pendalaman termasuk juga akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku.” tutur Ary, saat dihubungi, Kamis 25/10/2018.

Ary menambahkan, pelaku memang memiliki riwayat gangguan jiwa dan beberapa kali sempat kambuh serta sempat di rawat rumah sakit jiwa.

“Kita tunggu proses penyidikannya, termasuk hasil tes kejiwaan terhadap pelaku.” ucap Ary Fadli.

Atas perbuatannya, oleh penyidik pelaku disangka melanggar pasal 338 sub pasal 351 (3) KUHP, tentang pembunuhan.

“Pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.” pungkas Kapolres. (Ag/Hs/1).

LEAVE A REPLY