Home Berita Rapat Pemberdayaan Masyarakat Desa, Presiden: Tahun Depan DD Rp 73 Triliun

Rapat Pemberdayaan Masyarakat Desa, Presiden: Tahun Depan DD Rp 73 Triliun

125
0
SHARE

Nusantara Permataly.com.

Program Dana Desa/DD selama ini hanya untuk pembangunan infrastruktur desa. Ke depannya, dana tersebut harus digunakan untuk membangun sumber daya manusia, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi rakyat termasuk Badan Usaha Milik Desa/BUMDes.

Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut dalam sambutannya pada gelaran rapat koordinasi pengendalian program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di kantor bupati Deli Serdang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin, 8/10/2018.

“Ya, kemarin tiga tahun kita konsentrasi fokus membangun infrastruktur. Tapi ke depan, penting bagi kita semua untuk membangun sumber daya manusia (SDM), menyiapkan anak-anak kita, kesehatan, pengembangan ekonomi rakyat termasuk BUMDes.” kata Jokowi, sapaan beliau.

Sejak digulirkan tahun 2015 lalu, lanjut Jokowi, hingga tahun ini (2018) anggaran ini terus meningkat setiap tahunnya, dan tahun depan rencananya dana tersebut akan naik lagi.

“Artinya total sampai akhir tahun ini mencapai Rp 187 triliun. Hati-hati mengelola dana sebesar ini, belum lagi tahun depan tambah Rp 73 triliun.” lanjut Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan, bagi para pendamping desa agar berhati-hati dalam mengelola dana tersebut. Ia berharap, dana itu manfaatnya harus bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat desa.

Presiden memaparkan, setidaknya ada 6 negara sudah mengutarakan ketertarikan untuk mengetahui apa itu dana desa, bagaimana pengelolaan dan pendampingannya, hingga bagaimana efeknya terhadap perputaran ekonomi di desa.

“Jangan sampai mereka belajar kepada kita, eh ternyata dana desa itu pemanfaatannya kurang bagi masyarakat.” titip Jokowi.

Dari sisi penyerapan, kata Jokowi, terjadi peningkatan yang sangat bagus dari tahun ke tahun. Menurutnya, angka penyerapan dari 82 % meningkat menjadi 97-98 %.

“Artinya apa? Pembangunan desa tidak boleh setengah-setengah, tidak boleh nanggung-nanggung, tidak boleh basa basi. Ini harus betul-betul bermanfaat bagi masyarakat.” ungkap Presiden.

Dia juga mengingatkan, agar para pengguna anggaran dana desa membeli barang-barang di desa dan sekitarnya, maksimal di Kecamatan. Harapannya, perputaran uang dan ekonomi bisa terjadi di desa dan tidak kembali ke kota yang bermuara di Jakarta.

“Misalnya membangun irigasi, membangun jalan, batu beli dari desa atau gerakkan masyarakat untuk cari batu di sungai. Pasir beli dari desa itu, atau kalau enggak ada di desa itu paling tidak dilingkup Kecamatan.” tambah Jokowi.

Jokowi berharap, selain manfaatnya langsung dirasakan masyarakat desa, juga bisa mengurangi kemiskinan di desa, bisa mengurangi kesenjangan antara desa dan kota, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Nah saya ingat, jadi kalau membangun jalan gunakan masyarakat yang ada di desa itu. Tapi dipilih, yang menganggur, yang keluarganya tidak mampu, ikutkan di dalam kegiatan-kegiatan pembangunan jalan, irigasi, talut, embung. Sehingga kita harapkan kemiskinan, ketimpangan itu betul-betul hilang dari desa kita.” tandas Jokowi.

*Gal/A/1.

LEAVE A REPLY