Home Berita Polisi Tangkap 2 Orang Pengedar Uang Palsu

Polisi Tangkap 2 Orang Pengedar Uang Palsu

49
0
SHARE

Bojonegoro Permataly.com.

2 orang ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Bojonegoro, karena kedapatan mengedarkan uang palsu, pada hari Rabu 5/9/2019.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan hal tersebut saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres, pada hari Kamis 13/09/2018.

“Mereka berinisial SA pemuda 21 tahun, warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dan DH pria 39 tahun, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sedangkan satu orang masih DPO.” kata AKBP Ary Fadli.

Modus operandi ketiga pelaku menurut Kapolres, berawal saat anggota melakukan penangkapan terhadap DH terkait dugaan tindak pidana penadahan sepeda motor, disalah satu tempat kost di Desa Wedi Kecamatan Kapas, pada hari Rabu 5/9/2018.

Saat itu ditempat yang sama, petugas juga melakukan penangkapan terhadap SA karena kedapatan menyimpan uang palsu sebesar Rp 1.900.000.

Dengan adanya kejadian tersebut, anggota melakukan interogasi terhadap SA, diketahui bahwa total uang palsu sebesar Rp 5.000.000 dengan pecahan Rp 50.000 berasal dari DH.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap DH, didapatkan informasi bahwa uang tersebut berasal dari pelaku lain yang saat ini masih DPO.” jelas dia.

Dia menambahkan, DH telah mengedarkan uang palsu sebesar Rp 3.300.000 kepada pelaku SA dengan kesepakatan uang tersebut diedarkan kepada orang lain.

Setelah itu, DH menyuruh SA belanja barang dengan menggunakan uang tersebut, hasil belanjaan barang tadi dijual kembali dan uang hasil penjualan dibagi berdua.

“Kemudian pelaku SA membeli sebuah HP seharga Rp 1.400.000 dari korban Sofi Atok Liah yang diunggah melalui jual beli dimedia sosial Facebook.” imbuh ia.

Setelah membeli sebuah HP dari korban, kemudian SA menjual kembali HP tersebut seharga Rp 1.100.000. Uang hasil penjualan dibagi, Rp 500.000 untuk SA dan Rp 600.000 untuk DH.

Dari proses penyelidikan, SA juga telah membeli sebuah HP dari Fahmi Arifudin Naufal Haq sebesar Rp 1.900.000.

Keduanya telah diamankan di Mapolres Bojonegoro guna mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

Atas perbuatan mereka, penyidik menjerat dengan pasal 36 ayat (2), (3) Jo pasal 26 ayat (2), (3) UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Keduanya akan menjalani proses hukum dan saat ini telah diamankan di sel tahanan Polres Bojonegoro.” pungkas AKBP Ary Fadli.

*1.

LEAVE A REPLY