Home Berita Warga Kedungadem Ditangkap Polisi

Warga Kedungadem Ditangkap Polisi

195
0
SHARE

Bojonegoro Permataly.com.

AP pria 35 tahun, warga Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, ditangkap Reskrim Polsek Temayang pada hari Senin 20/08/2018.

Pelaku ditangkap karena melakukan tindak pidana pemerasan dan penipuan terhadap Warni, wanita 43 tahun, warga Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, di Desa Pancur Kecamatan Temayang.

Ka Subbag Humas Polres Bojonegoro AKP Sri Ismawati saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

Ka Subbag Humas menuturkan, pada hari Rabu 15/8/2018, pelaku datang ke warung milik korban bersama saksi Iksan dan mengaku bernama Rizal yang dinas di Resmob Polres Bojonegoro.

“Saat kejadian pelaku mengatakan akan mengadakan operasi miras di warung milik korban.” terang Ka Subbag Humas.

Pelaku mengatakan bahwa korban tertangkap tangan menjual Miras dan menyediakan jasa prostitusi sebagai Mujikari.

Dia juga menakut-nakuti korban akan dipenjarakan selama 8 tahun jika ditangkap dan diproses hukum. Karena korban ngotot tidak melakukan hal tersebut, pelaku kemudian pamit pulang.

Keesokan harinya, pelaku datang lagi ke warung korban. Namun, korban menjelaskan kalau tuduhan itu tidak benar dan warung miliknya hanya menjual minuman kopi, pelaku bersikukuh telah ada bukti dan laporannya sudah masuk di Polres Bojonegoro.

“Selanjutnya pelaku meminta uang sebesar Rp 5 juta dengan alasan digunakan sebagai dana operasional Resmob Polres Bojonegoro.” imbuh AKP Sri Ismawati.

Dia menambahkan, pelaku meminta uang dengan marah dan membanting tas warna abu-abu milik pelaku di meja warung korban sambil berkata, “Iki ning jerone tas isine senjata api pistol, opo jaluk tak bolongi sikilmu, opo jaluk tak borgol.”

Karena merasa takut, korban menyerahkan sejumlah uang Rp 100.000 dan langsung diterima pelaku.

Merasa kurang, pelaku mengajak korban pergi menggunakan sepeda motor miliknya, Honda Beat warna biru putih Nopol S 4484 AE menuju warung makan depan Polsek Balen. Sesampai ditempat, pelaku masih meminta uang sebesar Rp 5 juta dan mengancam kalau tidak dibayar korban akan dipenjarakan.

Karena merasa takut akhirnya korban menyerahkan uang sebesar Rp 2.500.000 yang diantar oleh saksi Ruslan ke warung makan depan Polsek Balen dan saat itu uang tersebut diterima oleh pelaku sambil berkata, “Yo wis tak trimo duit sakmunu, aku ngesakno sampean, tapi ojo ngomong sopo-sopo, nek krungu komendanku taruhane jabatanku dicopot.”

“Dengan bekerjasama dengan Unit Reskrim Polsek Kedungadem, akhirnya pelaku dapat diamankan dirumahnya dan dibawa ke Polsek Temayang.” lanjut dia.

Ditempat terpisah, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli saat dihubungi mengatakan dengan adanya peristiwa ini, masyarakat lebih berhati-hati terhadap aksi penipuan yang berkedok sebagai anggota dan segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Dia menegaskan, jika ada perilaku anggota polisi terutama anggota Polres Bojonegoro melakukan hal yang sama, maka dia akan menindak tegas anggota tersebut. Karena perilaku anggota semacam itu melanggar kode etik sebagai anggota Kepolisian dan sangat merugikan Institusi Kepolisian.

“Silahkan Laporkan, kami akan menindak tegas jika ada perilaku anggota yang seperti itu,” pungkasnya.

*Agus/1.

LEAVE A REPLY