Home Berita Presiden Tegaskan Pentingnya Peningkatan Cadangan Devisa untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi

Presiden Tegaskan Pentingnya Peningkatan Cadangan Devisa untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi

56
0
SHARE

Nasional Permataly.com.

“Memperkuat cadangan devisa merupakan hal yang sangat penting dan harus kita lakukan agar ketahanan ekonomi kita semakin kuat terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global termasuk dampak yang terakhir terjadi diperekonomian Turki”

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas lanjutan mengenai upaya memperkuat cadangan devisa negara di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 14/8/2018.

Selain itu, pemerintah juga harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang rendah, serta menjaga agar defisit transaksi berjalan pada level yang aman.

“Kalau saya lihat dari sisi fiskal, sekarang ini saya kira Menteri Keuangan telah mengelola dengan kehati-hatian yang sangat. Defisit APBN kita 2,12 % dan tahun depan kita sudah akan turun di bawah 2,” ucap Kepala Negara.

Mengenai kebijakan moneter, menurut dia, pengelolaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia sudah berjalan baik. Demikian halnya dengan yang telah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan yang berhasil menjaga rasio permodalan perbankan yang kuat.

“Saya melihat pengelolaan oleh Bank Indonesia sangat hati-hati, sangat prudent. Saya kira ini akan terus kita dukung dan juga di sisi OJK kalau kita lihat juga CAR (rasio permodalan) perbankan kita masih sangat kuat, berada pada posisi 20% lebih, 22 tepatnya sehingga hal-hal inilah yang harus terus kita jaga,” tutur dia.

Dalam rapat kali ini, Kepala Negara memantau tindak lanjut dari apa yang diinstruksikannya dalam rapat pada 31 Juli 2018 lalu. Saat itu, Presiden meminta jajaran terkait untuk melakukan upaya peningkatan ekspor dan mengendalikan impor sebagai bagian dari strategi memperkuat cadangan devisa negara.

“Saya minta hari ini akan saya _update_ satu per satu _problem_ di lapangan yang kira-kira menjadi hambatan sehingga kita benar-benar bisa memperkuat cadangan devisa kita,” ucap dia.

Dirinya juga menekankan pentingnya menerapkan skala prioritas dalam melakukan impor sehingga impor barang dapat dikendalikan untuk sementara waktu.

“Di Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai, pengendalian impor saya kira betul-betul kita cermati secara detail dan cepat sehingga impor barang yang memang sangat penting dan sangat tidak penting itu bisa kita ketahui,” kata Presiden.

Sementara berkaitan dengan peningkatan ekspor, Presiden Joko Widodo menantikan adanya terobosan terbaru dalam upaya meningkatkan daya saing ekspor nasional. Sistem perizinan terintegrasi yang beberapa waktu lalu diluncurkan diminta olehnya untuk terus dipantau dampak dan kemanfaatannya bagi industri utamanya yang berorientasi ekspor.

Sebelum mengakhiri arahannya, satu strategi peningkatan cadangan devisa negara kembali diutarakan oleh Presiden dengan mempercepat pembangunan infrastruktur yang berorientasi pariwisata. Melalui sektor tersebut, negara diyakini akan mampu menambah cadangan devisanya.

“Terakhir, saya ingatkan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata. Terutama pada lokasi-lokasi pariwisata prioritas yang telah kita letakkan. Karena sektor ini akan cepat mampu menambah dan memperkuat cadangan devisa kita,” ujarnya.

**GAL/1.

LEAVE A REPLY