Home Berita SPRI Desak Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta dan Libatkan Pers

SPRI Desak Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta dan Libatkan Pers

104
0
SHARE

Jakarta permataly.com.

Ketua Umum DPP Serikat Pers Republik Indonesia, Hence Mandagi mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia/Komnas HAM segera bertindak membentuk Tim Pencari Fakta dan melibatkan organisasi pers di dalamnya.

Menyikapi beredarnya video berdurasi 56 detik berisi kondisi jenasah korban M Yusuf, wartawan Kemajuan Rakyat dan Berantas News yang tewas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru pada Minggu 10 Juni 2018.

Dalam video terlihat jelas kondisi jenazah almarhum Yusuf terdapat lebam-lebam merah di bagian leher dan tangan. Komnas HAM harus segera meminta polisi melakukan autopsi jenazah untuk mengungkap kematian korban.

Komnas HAM perlu melibatkan organisasi pers agar transparan dalam penanganan perkara, karena Dewan Pers dan polisi tidak memakai mekanisme sidang Majelis Kode Etik yang ada dalam aturan di masing-masing organisasi pers jika ada dugaan pelanggaran kode etik.

Selain itu, Komnas HAM harus memeriksa Dewan Pers dan saksi ahli yang kerap mengkriminalisasi pers, karena keterangan saksi ahli belum lengkap jika tidak disertai hasil sidang Majelis Kode Etik di organisasi pers.

Kejanggalan lainnya adalah kedatangan tiga orang penyidik Polres Kota Baru ke kantor Dewan Pers di Jakarta hanya untuk mengurus kasus sepeleh.

Seharusnya polisi hanya mengirim surat ke Dewan Pers dan menunggu surat jawaban mengenai saksi ahli maupun sikap Dewan Pers.

DPP SPRI mendukung sepenuhnya upaya hukum pihak keluarga korban yang akan menggugat Polres Kotabaru dan Kejaksaan Negeri Kotabaru.

Komnas HAM harus mememperhatikan pengakuan istri almarhum Yusuf, T Arvaidah bahwa ada dugaan kematian tidak wajar karena saat visum dilakukan dirinya dilarang masuk oleh petugas medis.

DPP SPRI mengajak seluruh insan pers dari berbagai penjuru tanah air untuk bersatu menggelar aksi solidaritas serentak di masing-masing daerah sebagai ungkapan duka cita atas kematian almarhum M Yusuf.

Pers Nasional sedang berduka cita atas runtuhnya kemerdekaan pers Indonesia. Pemerintah jangan diam dalam menyikapi situasi ini. Segera bubarkan Dewan Pers sebagai biang kerok perusak kemerdekaan pers.

***SPPI/Agus/1.

LEAVE A REPLY