Home Berita Kemenkeu RI Gelar Diseminasi Dana Desa di Bojonegoro

Kemenkeu RI Gelar Diseminasi Dana Desa di Bojonegoro

132
0
SHARE

Bojonegoro permataly.com.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar kegiatan Diseminasi Dana Desa Bojonegoro dengan tema “Padat Karya Tunai Untuk Masyarakat Desa yang Lebih Sejahtera di Kabupaten Bojonegoro” di Gedung Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis 31/5/2018.

Diawali sambutan dari Jamiat Aries Calfat Kasubdit Perumusan Kebijakan Nib Dana Perimbangan, Direktorat Jendral Pemerintahan Keuangan Kementerian Keuangan RI mengatakan, “Untuk mempercepat pembangunan yang merata, Presiden Jokowi berkomitmen sejak 2015 mulai mengucurkan dana desa agar pembangunan bisa dilaksanakan mulai dari pedesaan”.

Sementara itu, Ubaidi Socheh Hamidi selaku Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan menambahkan, “Kebijakan penggunaan desa digunakan untuk pembuatan jalan, jembatan, Posyandu, Polindes, Embung, Lumbung, Pasar dan lain lain. Juga pula untuk pemberdayaan masyarakat desa yaitu Dukungan Pemodalan, Pengelolaan Usaha dan kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya”.

Menurut Djoko Lukito Asisten Pemerintahan dan Kesra, selaku narasumber Pemkab Bojonegoro menjelaskan, “Tujuan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018 akan dilakukan reformulasi dana desa, agar lebih pro pada pengentasan kemiskinan dan pelayanan publik”.

Selain itu, Kabupaten Bojonegoro memiliki 419 desa. Sedangkan dana desa Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan sebesar Rp 16,6 miliar dari Rp 333,0 Miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 316,4 Miliar tahun 2018.

Adanya Alokasi Dasar (AD) turun Rp 43,6 Miliar dari Rp 301,9 Miliar ditahun 2017 menjadi Rp 258,2 miliar ditahun 2018, sebagai akibat perubahan kebijakan pengurangan proporsi AD dari 90% menjadi 77%,

2 desa sangat tertinggal dari 32 desa tertinggal mendapatkan Alokasi Afirmasi (AA), sehingga Kabupaten Bojonegoro mendapatkan AA sebesar 5,7 Miliar. Alokasi Formula (AF) Kabupaten Bojonegoro meningkat Rp 21,3 miliar dari 31,1 miliar tahun 2017 menjadi 52,4 miliar tahun 2018,” pungkas Djoko Lukito.

Pelaksanaan dihadiri Asisten Pemerintah dan Kesra Djoko Lukito, Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan Ubaidi Socheh Hamidi, Kasubdit Perumusan Kebijakan Nib Dana Perimbangan Jamiat Aries Calfat, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Forpimda, Forkopimcam, Kepala Desa se-Kabupaten Bojonegoro.

***Hms/Agus/1.

LEAVE A REPLY