Home Berita Jatuh dari Pohon Asem, Warga Kedungadem Meninggal Dunia

Jatuh dari Pohon Asem, Warga Kedungadem Meninggal Dunia

162
0
SHARE

Bojonegoro permataly.com.

Askapi, 53 tahun, warga Dusun Beton, Desa Megale, Rt/Rw 06/02, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon asam yang berada di kebun belakang rumahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kedungadem AKP Subakir menjelaskan kronologi kejadian sebagai berikut, berawal korban berpamitan kepada keluarga untuk mengambil buah asam yang berada di kebun belakang rumahnya dengan memanjat pohon pakai bantuan tangga.

“Diperkirakan, korban memanjat pohon tersebut hingga ketinggian kurang lebih 20 meter,” jelas Kapolsek.

Selang 30 menit lagi kemudian saksi Ali Hajir, 24 tahun dan Muslimah, 55 tahun, keduanya kerabat korban, mendengar benda jatuh dengan suara yang sangat keras tepat di belakang rumah korban.

“Seketika itu juga kedua saksi berlari untuk mencari benda yang jatuh tersebut dan didapati korban Askapi, terjatuh di bawah pohon asam dengan posisi tengkurap menghadap ke timur,” jelas Kapolsek.

Mengetahui kejadian tersebut, selanjutnya saksi Ali Hajir segera berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Kemudian warga sekitar berdatangan membantu menolong korban dengan mengangkat korban dibawa ke dalam rumah.

Namun, saat korban hendak dibawa ke rumah sakit nyawa korban tidak terselamatkan. “Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Mapolsek Kedungadem,” terang Kapolsek.

Setelah menerima laporan, Kapolsek bersama anggota serta petugas medis dari Puskesmas Kedungadem segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan identifikasi dan olah TKP.

Berdasarkan hasil identifikasi, ciri-ciri jenazah panjang mayat 165 Cm, warna kulit sawo matang, rambut hitam beruban, korban mengenakan pakaian kaos panjang warna hijau kombinasi biru dan celana trining panjang warna hitam.

“Korban mengalami luka babras pada wajah sebelah kanan, patah pada paha kaki kanan dan paha kaki kiri,” jelas Kapolsek.

Sedangkan berdasarkan pemeriksaan medis dari Puskesmas Kedungadem, tidak diketemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban meninggal dunia akibat terjatuh dari ketinggian dan diduga korban mengalami benturan yang cukup keras saat terjatuh di tanah,” imbuh Kapolsek.

Setelah dilakukan musyawarah, ahli waris korban menolak untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan tidak akan menuntut siapapun diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat.

“Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.” jelas Kapolsek.

Kapolsek berpesan agar warga masyarakat yang memiliki aktivitas memanjat pohon untuk senantiasa berhati-hati dan hendaknya berupaya menggunakan sabuk pengaman saat memanjat pohon.

Sehingga, saat di atas pohon jika sewaktu-waktu terpeleset tidak langsung jatuh ke tanah yang akhirnya bisa berakibat fatal. “Semoga peristiwa ini tidak terulang pada orang lain,” harapan Kapolsek.

***Hamid/1.

LEAVE A REPLY