Home Kriminal Warga Gayam Ditangkap Polisi Sebagai Penadah Pencurian Hewan dan Mesin Diesel

Warga Gayam Ditangkap Polisi Sebagai Penadah Pencurian Hewan dan Mesin Diesel

218
0
SHARE

Bojonegoro permataly.com.

Seorang penadah berinisial HYT (26), warga Dusun Wonopuro, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditangkap Sat Reskrim Polres Nganjuk dan Bojonegoro beserta anggota Polsek Gayam, Selasa 27 Maret 2018.

HYT berperan sebagai penadah atas barang hasil tindak pidana pencurian, berupa sejumlah hewan ternak sapi dan mesin diesel, dengan TKP di Wilayah Kabupaten Nganjuk.

Penangkapan pelaku berdasarkan pengembangan penyelidikan oleh Polres Nganjuk. Informasi didapat dari salah satu pelaku yang saat ini sudah ditangkap dan dilakukan penyidikan oleh penyidik Polres Nganjuk.

Seorang pelaku pencurian yang telah berhasil ditangkap Polres Nganjuk berinisial AS (26) warga Dusun Pesulor, Desa Pesu, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Sementara tiga orang rekan pelaku pencurian masih buron dan saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro, saat dikonfirmasi, Rabu 28 Maret 2018 membenarkan, bahwa telah dilakukan penangkapan terhadap seorang warga Kecamatan Gayam berinisial HYT.

“Polres Bojonegoro membantu mengamankan pelaku dan mencari barang bukti, sedangkan penyelidikan dan penyidikan perkara tersebut dilaksanakan oleh penyidik Polres Ngajuk,” tutur Kapolres.

Kapolres menjelaskan, setelah dilakukan penangkapan terhadap HYT dan dilakukan pencarian barang bukti. Petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa 3 ekor sapi di beberapa tempat di wilayah Dusun Wonopuro, Desa Katur, Kecamatan Gayam dan 4 unit mesin diesel Merk Kubota, di rumah pelaku HYT.

“Dua ekor sapi telah dijual kepada orang lain dan seluruh barang bukti diamankan petugas guna proses hukum lebih lanjut,” tutur Kapolres.

Masih menurut Kapolres, bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan Polres Nganjuk terhadap tersangka AS, diperoleh pengakuan bahwa pelaku bersama rekannya sejak bulan Januari 2018, telah melakukan pencurian sebanyak 7 ekor sapi dan 4 unit mesin diesel, di wilayah Kabupaten Nganjuk.

“Menurut pengakuan tersangaka AS, seluruh hasil pencurian tersebut dijual kepada HYT, untuk dijual kembali kepada orang lain,” jelas kapolres.

Modus pelaku melakukan pencurian pelaku bersama rekannya mendatangi rumah korbannya pada malam hari sekira pukul 01.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB.

Kemudia dengan menggunakan pisau potong atau cutter, memotong tali pengikat sapi, yang kemudian sapi yang berhasil dicuri tersebut dimasukan ke dalam mobil yang disewa dari rental mobil.

“Selanjutnya sapi hasil mencuri tersebut dibawa ke rumah HYT, di Dusun Wonopuro, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, untuk dijual kembali kepada orang lain,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya HYT disangka dengan pasal berlapis, telah melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 481 ayat (1) tentang penadahan dan diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

“Saat ini petugas masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut, termasuk mengungkap peran HYT, apakah pelaku hanya berperan sebagai penadah atau justru malah berperan sebagai dalang dari seluruh kasus pencurian tersebut,” pungkas Kapolres.

Penulis: Suprianto/1

LEAVE A REPLY